Mesin Pemisah Daging dan Tulang Ikan (Suritech)
Memberi
Terbaik Untuk Bangsa
Inovasi
“Suritech”
(Mesin
Pemisah Daging dan Tulang Ikan)
Latar belakang pendidikan seseorang tak menjadi
halangan untuk berkarya. Inilah yang dibuktikan oleh Prof Ari Purbayanto, Dosen
Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Institut Pertanian Bogor. Beliau bukanlah
berasal dari jurusan teknik, namun beliau memanfaatkan disiplin ilmunya di
bidang perikanan untuk merancang mesin pemisah daging dan tulang ikan atau yang
dikenal dengan Suritech.
Di Villa Ratu Endah, Bogor, terlihat
sebuah rumah yang memiliki pagar berwarna orange. Setelah melewati pagar, rumah
tersebut tampak seperti bengkel. Alat mengelas, alat pemotong besi, alumunium,
gergaji, dan alat-alat lainnya tersebar dimana-mana. "Inilah suasana bengkel
milik saya untuk pembuatan Suritech" Tutur Prof Ari dengan senyumnya yang khas. "pekerja yang bekerja untuk saat ini hanya satu, namun bila ada orderan, Saya
akan menyewa banyak pekerja" lanjut Prof Ari.
Menurut paparan Prof Ari Purbayanto,
ide awal dari pembuatan Suritech adalah banyaknya ikan hasil tangkapan
sampingan dan hasil tangkapan ikan-ikan ekonomis
rendah dari kegiatan perikanan pantai oleh nelayan yang dibuang begitu
saja, dan tidak dioptimalkan. Padahal, ikan-ikan yang ditangkap jauh lebih
banyak (sekitar 85%) dibandingkan dengan hasil tangkapan utama (misal udang). Masyarakat pesisir tidak berpikir untuk
memanfaatkan hasil tangkapan sampingan menjadi olahan makanan seperti baso ikan
atau nugget ikan. "Nah, alat ini (Suritech) menjadi solusi untuk permasalahan
mengatasi ikan hasil tangkapan sampingan", ucap Profesor.
Prof Ari Purbayanto mengumpulkan
teman-temannya dari berbagai disiplin ilmu untuk merancang Suritech. "Saya
bukan dari anak teknik, untuk itu saya mengajak teman saya dari teknik
pertanian untuk bersama-sama buat Suritech", ujar Dosen Pemanfaatan Sumberdaya
Perikanan itu. Profesor membentuk CV Samudera Teknik bersama dengan Eddi Husni,
Beni Pramono, dan M. Riyanto. Langkah awal beliau adalah menuju ke masyarakat
pesisir, terutama wanita. Tujuannya untuk mengajak masyarakat berpikir bahwa
hasil tangkapan sampingan bisa menjadi sumber pendapatan bila diolah dengan
baik. Wilayah yang dikejar oleh beliau di berbagai pelosok daerah terpencil.
"Sekarang Suritech sudah memasuki
generasi keenam, Saya kembangkan terus yang berasal dari opini penggunanya" ucap Prof Ari Purbayanto yang langsung berdiri menunjukkan poster Suritech dari
generasi pertama hingga keenam. Penjualan Suritech yang mulanya ditujukan untuk
masyarakat pesisir mulai berkembang ke industri. Beliau mempelajari berbagai
keluhan dan kekurangan mesin yang dibuatnya. Pemesannya pun dari berbagai
daerah. Harga yang ditetapkan yaitu sekitar 25 juta rupiah. Seiring berjalannya
waktu, harga mulai menurun untuk menyaingi produk sejenis yang berasal dari
import. Saat ini, harga sudah dijual sekitar 20juta per buah.
Cara kerja Suritech sangat mudah,
pengguna hanya memasukkan ikan ke mesin. Setelah itu, secara otomastis daging
dan tulang ikan akan terpisah. "kalo ikannya besar, dapat dipotong-potong terlebih
dahulu" kata beliau yang memperoleh gelar doktor di Universitas Tokyo. Kekuatan
mesin pemisah daging dan tulang ikan terletak di daya listriknya yang 400 Watt.
Daya listrik yang rendah ini sengaja di buat untuk menghemat listrik pengguna.
Keunggulan utamanya, mesin dapat memisahkan daging dan tulang ikan sebanyak 80
kilogram per jam. Efisiensi mesin
ditujukan pada industri kecil maupun besar untuk mendapatkan hasil
olahan seperti baso ikan, nugget ikan, ikan bandeng, pempek dan olahan lainnya
yang lebih banyak.
Usaha yang dirintis dari tahun 2004 ini membuahkan
hasil yang cemerlang. Prof Ari Purbayanto mendapatkan penghargaan inovasi yang
paling prospektif oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Di Tahun 2010,
memperoleh penghargaan Rintisan Pengembang Teknologi Industri dari pemerintah
dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan ini tak mungkin terwujud
tanpa kerja keras.
Apakah kita sudah memberi
yang terbaik untuk bangsa ini ? J
Untuk tayangan yang menarik mengenai film pendek ttg Suritech.. yuks klik http://greentv.ipb.ac.id/videos/suritech-produksi-dalam-negeri/
Bogor, 29 Maret
2012
Azzahra
Khairunnisa