Potensi Teripang Sebagai Vitalitas Pria
Mendengar
kata teripang, untuk sebagian orang masih asing. Hewan air satu ini ternyata
mempunyai berbagai kandungan zat aktif dalam tubuhnya yang dapat dimanfaatkan
untuk pengobatan. Kita lihat di pelosok Indonesia bagian timur, khasiat
teripang sudah sangat terkenal sebagai obat vitalitas untuk pria. Di negara
tetangga kita, Malaysia, memanfaatkan teripang atau yang dikenal di sana
sebagai gamat untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti pasta gigi, sabun,
dan sebagainya. Selain itu, di Malaysia, teripang juga terkenal untuk mengobati
penyakit-penyakit antara lain ginjal.
Keistimewaan
teripang diintip oleh Dr. Ir. Etty Riani, MS untuk mengolah teripang sebagai
vitalitas pria. Ide awal Etty Riani mengungkap khasiat di balik teripang juga
didasari oleh tradisi masyarakat Indonesia Timur tersebut. Pada pemilihan
kelas, dipilih teripang pasir. “Teripang sendiri mempunyai banyak bahan aktif
yang dimanfaatkan untuk kesehatan”,
papar Etty Riani yang melakukan penelitiannya di Laboratorium Fakultas
Teknologi Pertanian (FATETA), Institut Pertanian Bogor. Penelitian berlangsung
dari tahun 2004 sampai tahun 2010. Untuk dana penelitian, Etty Riani
mendapatkannya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) selama tiga
tahun berturut-turut sekitar 85 – 87 juta rupiah.
“Sebenarnya,
banyak bilang bahan bakunya tidak ada, padahal bahan bakunya melimpah. Hanya, yang jadi masalah, nelayan kebanyakan
terikat dengan ijon, sehingga tidak bisa menjual ke orang lain. Teripang
langsung di ekspor“, ucap Etty Riani, yang juga sebagai Dosen Manajemen
Sumberdaya Perairan, Institut Pertanian Bogor. Teripang sendiri akan selalu ada selama adanya terumbu
karang dan lamun. Untuk
mendapatkan teripang, Etty Riani memasok dari Lampung. Selama ini, teripang
diekspor ke berbagai negara seperti Malaysia dan Korea.
Penelitian
yang dilakukan tidak berjalan mulus. Etty Riani pernah sempat terhenti
melakukan penelitian dikarenakan terbatasnya dana. Namun, permasalahan itu
tidak mengalahkan semangat Etty Riani untuk meneruskan penelitiannya.
Penelitian teripang ini dibawah Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir Dan Lautan
(PKSPL). Untuk tim peneliti melibatkan berbagai pihak baik dosen, peneliti,
maupun mahasiswa. Tim peneliti antara lain Prof. Iwan Kasuar, Prof Endang
Gumbira Said, dr. Kusti Ariyah, dr.
Syarifah Nurjanah, dan Kaseno.
Berdasarkan
penelitian yang dilakukan selama lima tahun, didapatkan bahwa kandungan teripang
antara lain antibakteri, antijamur, enzim arginin kinase, serum amyloid A,
struktur glikosida dan fucan sulfat sebagai bahan aprodisiaka alami. Dari bahan
aktif tersebut juga didapatkan keanekaragaman produk. Untuk uji coba, dilakukan
pada tikus dan ayam. “Penelitian ini sudah sampai pada uji praklinis. Tapi uji
toksitas itu belum ada. Uji praklinis diuji pada mencit. Terbukti, tidak
mengganggu proses reproduksi. Bahkan, hormon sintetis didapatkan adanya sperma
yang tidak normal seperti kurva, agak sedikit bengkok. Sedangkan yang diberi
teripang, hasilnya normal, tidak ada masalah”, jelas Etty Riani.
Usaha kerasnya selama bertahun-tahun tidak sia-sia, penelitian teripang
sebagai obat vitalitas pria berhasil masuk pada Lomba Karya
Inovasi Paling Prospektif 2010 (102 Inovasi Indonesia) tahun 2010 dan tahun
2011 juga masuk pada Lomba Karya Inovasi Paling Prospektif 2011 (103 Inovasi
Indonesia) Kemenristek RI tahun 2011. Etty Riani pun saat ini disorot sebagai
peneliti yang prospektif untuk teripang. Sudah ada beberapa pengusaha melakukan
pendekatan dengan beliau untuk pengembangan penelitian menjadi produk komersil.
“Saya inginnya nanti dalam bentuk kapsul untuk obat yang terstandar”,
ucap Etty Riani. Tidak menutup kemungkinan, Etty Riani juga menginginkan produk
akhirnya berupa ramuan jamu. Etty Riani terkendala dalam pembiayaan penelitian
untuk uji klinis pada manusia. “Harapan
saya, adanya uluran tangan dari pemerintah untuk adanya pembiayaan penelitiaan
ini. Selain itu, dilakukan sendiri karena ada kepuasan batin, ada uji
toksisitas, uji klinis, setelah selesai baru mulai komersialisasi. Sehingga,
tidak tertinggal dalam lemari, hanya sebatas tulisan, tapi dapat dimanfaatkan”,
papar Etty Riani dengan lugas.
Saat ini, Etty
Riani sedang sibuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk penelitian
teripang sebagai obat vitalitas untuk pria. Penelitian teripang yang dilakukan
Etty Riani mungkin sudah banyak melakukannya di Indonesia, namun belum ada
peneliti yang mematenkan penelitian tersebut. Etty Riani beroptimis,
penelitiannya menarik peminat pengusaha untuk pengembangannya. Untuk ke
depannya, Etty Riani berharap masyarakat dapat mengeksplorasi teripang terutama
masyarakat pesisir. Dengan demikian, akan terwujud perikanan yang membantu
perekonomian masyarakat (fish for fund).
Potensi Lain Teripang
Teripang
tidak hanya diteliti oleh Etty Riani sebagai obat vitalitas pria, namun
dikembangkan menjadi berbagai manfaat. Zat-zat aktif yang terkandung dalam
teripang, melipatgandakan kegunaan teripang. Etty Riani dengan semangatnya
menyebutkan, penelitiannya mendapatkan khasiat teripang untuk menopause dan
pasca menopause. Ternyata, tidak hanya sebagai konsumsi manusia, teripang juga
dimanfaatkan di bidang budidaya yaitu meningkatkan produksi udang galah. Selain
itu, dapat digunakan untuk mempercantik ikan hias.
“Saya selalu
mengatakan fish for fund jadi ikan untuk ekonomi. Bisa mensejahterakan
masyarakat, nelayan, mengurangi
pengangguran dikarenakan bisa membuka pabrik. Bagi Negara, ini devisa. Bisa
menjadi pendapatan untuk Negara”, ungkap Etty Riani dengan semangatnya. Etty
Riani juga sangat optimis masyarakat Indonesia mampu menggali potensi teripang
lebih jauh dikarenakan kondisi Indonesia yang wilayahnya 70% dikelilingi oleh
laut.
“Saat
ini, gelombang back to the nature
sudah mewabah tidak hanya di Indonesia tapi sudah seluruh dunia. Saat ini juga
belum ada yang melakukan ekspor olahan teripang”, ungkap Etty Riani. Potensi
dan kesempatan yang terbuka lebar ini diharapkan dapat dilihat oleh masyarakat.
Ke
depannya, dengan hanya modal teripang, kesejahteraan nelayan mampu terealisasi.
Penulis
Azzahra Khairunnisa
@nizcha0804
nizcha0804@gmail.com
Penulis
Azzahra Khairunnisa
@nizcha0804
nizcha0804@gmail.com