Header Ads

Sensor

Sensor adalah perangkat yang mengubah fenomena fisik menjadi sinyal elektronik (Kenny, 2005).  Sensor menerima rangsangan dan meresponnya dengan perubahan sinyal listrik.  Dapat pula digambarkan sensor merupakan jembatan antara dunia sebenarnya dengan perangkat elektronik. 
Sensor tidak dapat berdiri sendiri.  Biasanya sensor merupakan bagian dari satu sistem yang lebih besar yang memiliki rangkaian pengkondisi sinyal dan bermacam-macam pemrosesan sinyal analog atau digital.  Setiap sensor memiliki karakteristik tertentu. Karakter ini menentukan baik buruknya sebuah sensor pada aplikasi tertentu. Karakter ini pula menentukan rangkaian yang digunakan sebagai penyangga sensor. Beberapa karakter penting diataranya:
(1)  Transfer Function
Hubungan fungsi antara sinyal masukan fisik dan sinyal keluaran elektris.  Biasanya, hubungan ini digambarkan sebagai grafik antara sinyal masukan dan keluaran.
(2)  Sensitivitas
Merupakan rasio antara perubahan kecil dalam sinyal elektris terhadap perubahan kecil pada sinyal fisik. Dapat diekspresikan pula sebagai fungsi turunan Transfer Function terhadap sinyal fisik. Satuan yang biasa digunakan adalah volt/Kelvin, milivolt/kilopascal, dsb. Contoh, sebuah termometer akan memiliki sensitivitas tinggi apabila perubahan suhu kecil di lingkungan akan mengakibatkan perubahan tegangan yang tinggi. Karena perubahan tegangan yang signifikan memudahkan pengamatan terhada sinyal elektris.
(3)  Span atau Dynamic Range
Rentang masukan sinyal fisik yang bisa dikonversi ke dalam bentuk sinyal elektris.  Sinyal fisik diluar rentang ini diperkirakan memiliki akurasi yang sangat rendah.  Satuan yang digunakan antara lain kelvin, pascal, newton, dsb.
(4)  Accuracy atau Uncertainty
Merupakan perkiraan kesalahan terbesar antara sinyal keluaran sebenarnya dan sinyal keluaran ideal.  Accuracy merupakan istilah kualitatif, berbeda dengan uncertainty yang bersifat kuantitatif.  Contoh, sebuah sensor memiliki akurasi yang lebih tinggi ketika uncertainty sebesar 1% dibandingkan dengan uncertainty 3%.
(5)  Hysteresis
Beberapa sensor tidak kembali ke nilai semula ketika terjadi rangsangan naik atau turun.  Besarnya kesalahan yang diperkirakan dalam kuantitas yang diukur merupakan Hysteresis.
(6)  Nonlinearity
Terkadang juga disebut linearity, merupakan penyimpangan maksimum dari Transfer Function linear terhadap Dynamic Range. 
(7)  Noise
Beberapa sensor menghasilkan noise bersamaan dengan sinyal keluaran.  Beberapa kasus menunjukan noise pada sensor lebih kecil dibandingkan dengan noise pada rangkaian elektronik selanjutnya. 

Munandar, Erik. 2012.Rancang Bangun Alat Pengukur Kesegaran Ikan Menggunakan Sensor Infrared [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan. Bogor.

Diberdayakan oleh Blogger.