Dimensi Film
Dimensi
film sebagai seni dan media, dalam hal ini terdapat 3 hal yang membentuk dan
menghidupi media itu yakni:
1. Dimensi Komunikasi Sinematik
Film berbeda dari koran atau radio. Film mengandalkan kekuatan
gambar dan suara sebagai sarana berkomunikasi. Oleh karena itu sangat menjadi
tuntutan semua gambar dan suara yang diketengahkan untuk mampu melayani
kebutuhan komunikasi atau berhubungan. Dalam hal ini komunikasi sinematik,
komunikasi dengan batasan-batasan sinematografi dan itu berarti materi gambar
dan suara yang digunakan dituntut untuk:
a.
Informatif (informasi yang berkesinambungan)
Film baru memenuhi kodratnya sebagai gambar hidup jika kita
saksikan dalam keadaan diputar (dari awal sampai akhir), dari sanalah film
mengandung informasi yang tiada putus-putus seberapa pun panjangnya film itu (continuity). Menjadi kewajiban dan
tanggung jawab para sineas untuk menggunakan space (ruang dan waktu) yang
tersedia untuk menyampaikan informasi secara lengkap sehingga penonton
memperoleh informasi yang utuh pada akhir cerita.
b.
Imajinatif
Jika karya sastra berkomunikasi melalui lambang-lambang abstrak
dalam bentuk tertulis, maka film menggunakan unsur-unsur yang nyata dalam
kehidupan (visual dan suara). Sekalipun demikian, film dalam dimensi komunikasi
sinematik memiliki kesanggupan membentuk imajinasi. Pembentukan imajinatif
menjadi sangat penting dan besar dengan keunggulannya sebagai media
audio-visual dan bergerak. Penonton menonton film selalu dengan mengembangkan
imajinasinya karena terbangkitkan oleh suasana film yang ditontonnya.
c.
Inovatif
Hal-hal baru menyertai perkembangan film, menjadi tuntutan
komunikasi sinematik karena kemampuannya menyerap apa saja ke dalam materi
(cerita) dan sarana (teknik). Selain itu film meningkatkan daya tariknya agar
bertahan dalam posisinya. Usaha ini harus bersamaan dengan usaha-usaha yang
inovatif dalam beberapa segi dan aspek.
2. Dimensi Estetika
Film sebagai media seni menggabungkan dan mengembangkan format
baru, mengandung seni drama, seni rupa dan sastra. Dalam Dimensi Estetikanya
mengandung nilai Artistik, nilai dramatik dan Etika.
a. Artistik
·
Pencahayaan
·
Komposisi
·
Warna
·
Tekstur, dsb
b. Dramatik
Film merupakan sebuah media untuk bercerita yang memiliki
unsur-unsur yang sama dengan Cerpen dan Novel. Penyajian kisahnya secara
lengkap dan dramatis (memiliki banyak kesamaan dengan opera), Film dan Opera
memainkan dan mendramatisasikan kisah dan arti yang dibawakan. Dramatisasi yang
dimaksud itu untuk menyentuh dan memainkan emosi (perasaan) para penonton.
c. Etika
Sebebas-bebasnya manusia, pada dasarnya memiliki etika dan melekat
dalam diri manusia. Etika pun melekat dalam film. Sineas menyadari film dibuat
untuk disaksikan oleh orang banyak, supaya filmnya dapat diterima oleh
masyarakat maka salah satu pertimbangannya adalah etika.
3. Dimensi Teknologi
Setiap seni dibentuk tidak hanya oleh faktor-faktor politik,
filsafat dan ekonomi tetapi juga peranan teknologi. Kadang-kadang perkembangan
teknologi mengakibatkan perubahan dalam sistem estetika sebuah seni dan sering
kali perkembangan teknologi merupakan hasil pembauran faktor-faktor ideologi
dan ekonomi.
Sebuah film bisa sampai di masa sekarang karena peranan teknologi,
Dimensi teknologi dalam film termasuk yang kompleks dibandingkan seni dan media
lain, teknologi dalam film meliputi mekanika, optik, elektronika dan kimia.
a. Mekanika
Celluloid merekam adegan atau segala kejadian yang berlangsung di
depan kamera bukan hanya dioperasikan oleh operator saja tetapi juga karena
bantuan sistem mekanika. Pembuatan film yang kompleks juga memerlukan alat-alat
penggerak lain, yakni mesin (Untuk membuat adegan kejar-kejaran diperlukan
mesin).
b. Optik
Di dalam kamera, selain terdapat sistem mekanika juga terdapat
sistem optika yaitu lensa. Lensa adalah wakil mata juru kamera yang mewakili
seluruh penonton. Kemampuan lensa dalam mengolah cahaya yang masuk untuk
menyinari film, memberikan terwujudnya aktivitas dalam proses terbentuknya
gambar yang bergerak.
b. Elektronika
Elektronika juga berperan penting, peralatan berbasis elektronika
banyak digunakan dalam produksi film dan juga pemutaran film.
c. Kimia
Pada lembaran film sebagai media perekaman gambar, lapisan kimia
juga merupakan faktor yang sangat penting pada pemprosesan film di
laboratorium. Bahan kimia juga digunakan di lokasi shooting untuk membuat
special effect dan make-up character.