Meningkatkan SDM Maritim Sesuai Standar Internasional
Sumber : www.merantionline.com
Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Perhubungan (BPSDMP), Kementerian Perhubungan terus meningkatkan
ketersediaan sumber daya manusia (SDM) transportasi di sector laut. Mencetak
SDM yang handal dan profesionalisme untuk memenuhi standar keamanan syarat
mutlak yang dibutuhkan saat ini.
Dengan kemajuan
teknologi di bidang pelayaran tidak akan menjamin keselamatam pelayaran apabila
tidak didukung dengan kemampuan kompetensi yang optimal dan bertanggung jawab.
Berikut petikan wawancara Kepala BPSDMP, Bobby R. Mamahit dengan Indonesia Maritime Magazine, saat
ditemui di kantornya di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.
Bagaimana mengatasi krisis pelaut
yang terjadi di Indonesia?
Untuk memenuhi
kebutuhan akan SDM transportasi laut ini tentunya membutuhkan keseriusan dan
rencana yang matang dari pemerintah sebagai pengemban tugas yang diamanatkan
dalam Undang-undang Transportasi. BPSDM Perhubungan telah menentukan program
pengembangan SDM Transportasi 2014 mendatang. Program tersebut akan
memprioritaskan pada penyempurnaan regulasi dan kelembagaan, serta peran
pemerintah dalam rangka pengembangan SDM transportasi termasuk pembinaan
terhadap lembaga diklat.
Sumber : www.aryapermanablogspotcom.blogspot.com
Berapa yang dibutuhkan tenaga
pelaut setiap tahunnya?
Untuk pelayaran
dibutuhkan 43.806 pelaut yang terdiri diantaranya 18.744 perwira. Berdasarkan
data The Baltic and International Maritime Council (BIMCO), pada Desember 2010
jumlah pelaut Indonesia sebanyak 338.224 orang. Pelaut Indonesia yang bekerja
di luar negeri sebanyak 77.729 orang.
Peran BPSDMP untuk meningkatkan
kualitas SDM transportasi yang handal dan profesionalisme, khususnya di sector
maritime seperti apa?
Program peningkatan
kualitas SDM aparatur perhubungan yang dilakukan oleh Badan Pengembangan SDM
Perhubungan diantaranya adalah rintisan pendidikan gelar Sarjana, Pascasarjana
S2 dan S3 yang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dan di
luar negeri. Program lainnya adalah kegiatan peningkatan kualitas tenaga
pendidik, pelatih dan penyuluh BPSDMP melalui program kursus.
Sumber : www.wartakota.tribunnews.com
Program lainnya
adalah kegiatan peningkatan kapasitas aparatur Kemenhub melalui program kursus
dalam negeri dan luar negeri. Program tersebut juga memprioritaskan pembangunan
dan peningkatan sarana dan prasarana diklat sehingga SDM perhubungan yang
dihasilkan mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi di bidang
transportasi sehingga mampu bersaing di kancah internasional.
Bagaimana tantangan ke depan untuk
memenuhi industry transportasi laut?
Saya optimis mampu
memasok SDM yang berkompeten untuk memenuhi tantangan industry transportasi
selama lima tahun mendatang. Sekolah dan lembaga diklat yang berada di bawah
BPSDMP terus memperbaiki diri baik dari transportasi laut, Pusat Pengembangan
SDM Perhubungan Laut membawahi sembilan Unit Pelaksanan Teknis (UPT) yakni,
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Balai Besar Pendidikan Penyegaran
dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP), Politeknik Ilmu Pelayaran (BP2IP) yang
berada di Tangerang, Surabaya, Barombong dan Sorong, serta Balai Pendidikan dan
Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jakarta.
Sumber : www.poskotanews.com
Tahun ini sampai tahun
2013 akan ada 5 sekolah yang berdiri. Di antaranya adalah di Kalimantan Barat
untuk balai pendidikan transportasi darat, di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
balai pendidikan pelayaran, dan Madiun balai diklat perkeretaapian. Dalam
penambahan fasilitas penunjang diklat di tahun 2012 telah dibangun dan
diresmikan gedung canggih Integrated Navigation System (INS) di Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang.
Bagaimana tantangan ke depan dengan
kemajuan teknologi pelayaran sekarang ini?
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta perubahan – perubahan secara global yang begitu
cepat terhadap peraturan – peraturan di bidang kemaritiman serta tuntutan dari
pengguna jasa transportasi laut baik nasional maupun internasional.
Dengan adanya Konvensi
di Manila tahun 2010 tentang Amandement STCW 1995, maka kita dituntut untuk
lebih meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia Kepelautan yang bertujuan
untuk meningkatkan keselamatan pelayaran baik domestic maupun internasional dan
hal ini memerlukan keseriusan kita bersama untuk lebih meningkatkan diri untuk
menghadapinya.
Khusus dalam bidang
pengembangan SDM, kita dituntut untuk selalu melakukan perbaikan dan penyempurnaan
(Continous Improvement) pada system
pendidikan, metode ujian dan sertifikasinya yang pada akhirnya diharapkan kita
dapat menghasilkan pelaut yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan STCW.
Bagaimana system standar mutu
pendidikan dan pelatihan kepelautan kita?
Berdasarkan Keputusan
Bersama 3 Menteri tentang Sistem Standar Mutu Pendidikan dan Pelatihan
Kepelautan (Quality Standar System atau
QSS) tahun 2003 maka saya minta agar
semua pihak yang terkait dengan lembaga Diklat Kepelautan, Lembaga Penguji DPKP
dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sebagai IMO
Administration agar dapat melakukan langkah-langkah secara terpadu dan bekerja
sama untuk mengembangkan Sistem Pendidikan, Ujian dan Sertifikasi yang lebih
komprehensif dengan pendekatan kesisteman.
Sumber : www.indonesianship.com
Pada pelantikan Perwira
Remaja dan pelepasan taruna Prala Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran
Barombong, saya mengingatkan dan mengajak taruna-taruna kita wujudkan prinsip Safe, Secure and Efficient of Shipping On
Clean Ocean untuk mencapai target The
Road Map Of Zero Accident. Untuk mencapai hal itu semua, merupakan
tantangan bagi kita semua, baik perusahaan-perusahaan pelayaran, pelaut-pelaut
maupun para Birokrat di jajaran Kementerian Perhubungan atau Kementerian lain
yang terkait. Tentunya hal ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan, tetapi
saya yakin dan percaya bila kita semua bergandengan tangan bersinergi secara
bersama – sama dan selalu bekerja keras untuk mencapainya, maka semua itu pasti
akan dapat terwujud.
Dalam kondisi seperti
ini, kontribusi dan peran nyata para perwira remaja, sangatlah dibutuhkan,
mengingat posisi saudara sebagai pelaut yang professional adalah merupakan
ujung tombak bagi industry maritime yang sangat vital sebagai penggerak roda
perekonomian regional maupun internasional.
Penulis : Athaya
Editor : Dhawilani
Sumber : Maritime Magazine Edisi
21/Tahun II/Juni 2012




