Header Ads

Jenis-Jenis Angin (1)

Definisi Angin
      Angin adalah udara yang bergerak akibat adanya perbedaan tekanan udara dengan arah aliran angin dari tempat yang memiliki tekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah atau dari daerah yang memiliki suhu / temperatur rendah ke wilayah bersuhu tinggi. (organisasi.org)
      Angin adalah gerakan udara yang disebabkan perubahan suhu, yang selanjutnya yang menyebabkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah suhu rendah ke daerah suhu tinggi. Jadi angin bertiup dari daerah tekanan tinggi (suhu rendah) ke daerah tekanan rendah (suhu tinggi ). Tempat-tempat sepanjang pantai mendapat angin laut sejuk yang bertiup ke darat pada siang hari; pada malam hari angin darat sejuk bertiup ke laut. Angin darat dan angin laut seperti itu terjadi sepanjang tepi danau. (www.ensiklopedia.net)

Penyebab Terjadinya Angin
      Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan tekanan udara antara daerah yangmenerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut. (www.e-dukasi.net2.htm)
      Angin memiliki hubungan yang erat dengan sinar matahari karena daerahyang terkena banyak paparan sinar mentari akan memiliki suhu yang lebih tinggi serta tekanan udara yang lebih rendah dari daerah lain di sekitarnya sehingga menyebabkan terjadinya aliran udara. Angin juga dapat disebabkan oleh pergerakan benda sehingga mendorong udara di sekitarnya untuk bergerak ke tempat lain. Angin buatan dapat dibuat dengan menggunakan berbagai alat mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Secara sederhana angin dapat kita ciptakan sendiri dengan menggunakan telapak tangan, kipas sate, koran, majalah, dan lain sebagainya dengan cara dikibaskan. Sedangkan secara rumit angin dapat kita buat dengan kipas angin listrik, pengering tangan, hair dryer, pompa ban, dan lain sebagainya. Secara alami kita bisa menggunakan mulut, hidung, lubang dubur, dan sebagainya untuk menciptakan angin. Udara dapat membawa partikel bau dari suatu zat sehingga angin dapat membawa bau atau aroma mulai dari aroma yang sedap hingga aroma yang tidak sedap di hidung kita. Bau masakan, bau amis, bau laut, bau sampah, bau bensin, bau gas, bau kentut, bau kotoran, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh bau yang dapat dibawa angin. (organisasi.org)
      Di Atmosfer gaya umumnya dihitung per satuan massa udara. Gaya Primer yang menyebabkan terjadinya aliran udara horizontal adalah gaya gradien tekanan. Gaya ini timbul karena adanya perbedaan tekanan yang disebabkan perbedaan suhu. Dalam hubungan ini permukaan air menerima radiasi dengan laju pemanasan yang berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Perbedaan pemanasan ini tercermin dari suhu udara yang berlangsung diatas bagian yang terpanasi. Dan ketidakseimbangan ini menimbulkan perbedaan tekanan. Udara yang berada pada daerah bersuhu tinggi akan mengembang dan bergerak ke atas sehingga tekanannya menjadi rendah dari sekitarnya. Perbedaan tekanan ini menimbulkan gradien tekanan yang memicu terjadinya angin. Udara bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah dan semakin tinggi perbedaan tekanan maka akan semakin cepat udara bergerak. (Supangat, 2001)
      Selain gaya utama yang meyebabkan angin bergerak adalah gaya sekunder. Gaya sekunder adalah gaya gaya yang bereaksi pada udara setelah udara mulai bergerak. Ada tiga gaya sekunder yang penting yang menyebabkan terjadinya jalur pada arah yang berbeda beda gaya ini adalah (Supangat, 2001) :
1. Gaya Coriolis
Gaya yang timbul karena rotasi bumi yang disebut dengan gaya semu. Di belahan bumi utara angin berbelok ke kanan, sedangkan di belahan bumi selatan angin berbelok ke kiri. Gaya ini juga sebanding dengan kecepatan angin yaitu semakin besar kecepatan angin maka semakin besar juga gaya coriolis yang menyebabkannya. Pembelokan maksimum terjadi di wilayah kutub sehingga menghasilkan gaya coriolis maksimum.
2. Gaya sentrifugal
Gaya tarik yang terjadi kearah dalam untuk mempertahankan dari gaya sentripetal yang bergerak keluar. Dan menjadi penyebab terjadinya sirkulasi udara yang berbeda pada daerah bertekanan rendah ke tinggi.
3. Gaya gesekan
Setiap benda yang berada pada permukaan bumi akan dipengaruhi oleh gaya gesekan yang ditimbulkan dari interaksi benda yang bergerak di atas permukaan yang tidak rata. Karena pengaruh kekasapan permukaan bagian yang penting dari gaya gesekan, kecepatan angin diatas permukaan air jauh lebih tinggi daripada di permukaan daratan. Dengan mempertimbangkan pengaruh gesekan ini, dapat dijelaskan kecepatan angin lebih besar pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi daripada dekat permukaan bumi. Berkurangnya kecepatan angin karena adanya gaya gesekan menyebabkan gaya coriolis semakin berkurang, sehingga udara membelok dari aslinya.

Angin di Lautan
      Angin yang bertiup di atas permukaan laut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ketika angin berhembus di laut, energi yang ditransfer oleh angin ke batas permukaan sebagian digunakan untuk pembentukan gelombang gravitasi permukaan yang memberikan pergerakan air dari yang kecil ke arah perambatan gelombang dan sebagian untuk membawa arus. Semakin cepat kecepatan angin, maka semakin besar gaya gesekan pada permukaan laut dan semakin besar arus permukaan. Gaya gesekan yang bekerja pada permukaan merupakan hasil dari hembusan angin yang disebut tegangan angin (wind stress). Pengaruh wind stress pada permukaan laut adalah transmisi dari gesekan internal di laut atas. Gesekan ini hasil dari turbulen dan bukan dari viskositas fluida sederhana yang mengalir dalam aliran lurus (Situmorang, 2005).
      Angin di lautan sangat berpengaruh terhadap gaya gesekan di permukaan laut. Arus permukaan yang ditimbulkan ini disebut sebagai drift current. Jenis arus ini terjadi di sekitar perairan pantai. Kecepatan drift current paling besar berada pada wilayah selat yang posisinya searah dengan arah angin. Posisi demikian disebut dengan longshore drift current yakni arus yang ditimbulkan karena tiupan angin dan letaknya sejajar dengan pantai. Sedangkan angin yang menjadi penyebab utama timbulnya aruspermukaan disebut dengan prevailing winds. Di laut lepas atau samudera, drift current juga bisa terjadi di lapisan permukaan. (Wibisono, 2005).

Pola Umum Angin di Indonesia
     Di daerah tropis (www.e-dukasi.net4.htm) akan terjadi angin dari daerah maksimum subtropis ke daerah minimum equator. Angin ini disebut angin passat timur laut di belahan bumi utara dan angin passat tenggara di belahan bumi selatan. Angin passat banyak membawa uap air karena berhembus di laut lepas. Akan tetapi pada beberapa wilayah di permukaan bumi angin passat tersebut mengalami perubahan arah akibat pengaruh lingkungan setempat. Di Indonesia yang secara geografis terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera serta letak matahari yang berubah setiap enam bulan berada di utara dan enam bulan berada di selatan khatulistiwa, maka angin passat tersebut mengalami perubahan menjadi angin muson (angin musim) barat dan angin muson timur.
a. Angin Muson Barat
Angin muson barat berhembus pada bulan Oktober - April, matahari berada di belahan bumi selatan, mengakibatkan belahan bumi selatan khususnya Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari daripada benua Asia. Akibatnya di Australia bertemperatur tinggi dan tekanan udara rendah (minimum). Sebaliknya di Asia yang mulai ditinggalkan matahari temperaturnya rendah dan tekanan udaranya tinggi (maksimum).
Oleh karena itu terjadilah pergerakan angin dari benua Asia ke benua Australia sebagai angin muson barat. Angin ini melewati Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia serta Laut Cina Selatan. Karena melewati lautan tentunya banyak membawa uap air dan setelah sampai di kepulauan Indonesia turunlah hujan. Setiap bulan November, Desember, dan Januari Indonesia bagian barat sedang mengalami musin hujan dengan curah hujan yang cukup tinggi.
b. Angin Muson Timur
Angin muson timur berhembus setiap bulan April - Oktober, ketika matahari mulai bergeser ke belahan bumi utara. Di belahan bumi utara khususnya benua Asia temperaturnya tinggi dan tekanan udara rendah (minimum). Sebaliknya di benua Australia yang telah ditinggalkan matahari, temperaturnya rendah dan tekanan udara tinggi (maksimum). Terjadilah pergerakan angin dari benua Australia ke benua Asia melalui Indonesia sebagai angin muson timur. Angin ini tidak banyak menurunkan hujan, karena hanya melewati laut kecil dan jalur sempit seperti Laut Timor, Laut Arafuru, dan bagian selatan Irian Jaya, serta Kepulauan Nusa Tenggara. Oleh sebab itu, di Indonesia sering menyebutnya sebagai musim kemarau.
Di antara kedua musim, yaitu musim penghujan dan kemarau terdapat musim lain yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan). Peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau disebut musim kemareng, sedangkan peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan disebut musim labuh.
Adapun ciri-ciri musim pancaroba (peralihan), yaitu antara lain udara terasa panas, arah angin tidak teratur, sering terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat dan lebat.
c. Angin Lokal
Selain angin muson barat dan timur juga terdapat angin lokal. Angin ini bertiup setiap hari, seperti angin darat, angin laut, angin lembah dan angin gunung.
1) Angin Darat dan Angin Laut
Angin ini terjadi di daerah pantai yang diakibatkan adanya perbedaan sifat daratan dan lautan. Pada malam hari daratan lebih dingin daripada lautan sehingga di daratan merupakan daerah maksimum yang menyebabkan terjadinya angin darat. Sebaliknya, pada siang hari terjadi angin laut. Perhatikan gambar 20. Kedua angin ini banyak dimanfaatkan oleh para nelayan tradisional untuk menangkap ikan di laut. Pada malam hari saat bertiupnya angin darat, para nelayan pergi menangkap ikan di laut. Sebaliknya pada siang hari saat bertiupnya angin laut, para nelayan pulang dari penangkapannya.
2) Angin Lembah dan Angin Gunung
Pada siang hari puncak gunung lebih cepat menerima panas daripada lembah yang dalam keadaan tertutup. Puncak gunung tekanan udaranya minimum dan lembah tekanan udaranya maksimum. Karena keadaan ini maka udara bergerak dari lembah menyusur lereng menuju ke puncak gunung. Angin dari lembah ini disebut angin lembah.
      Pada malam hari puncak gunung lebih cepat mengeluarkan panas daripada lembah. Akibatnya di puncak gunung bertekanan lebih tinggi (maksimum) dibandingkan dengan di lembah (minimum) sehingga angin bertiup dari puncak gunung menuruni lereng menuju ke lembah. Angin dari puncak gunung ini disebut angin gunung.

Perangkat Lunak WR Plot
     WRPLOT view adalah program Windows yang mengenerate statistik dari windrose dan plot untuk beberapa data meteorologi. Wind rose menunjukan frekuensi dari angin untuk arah angin yang spesifik dan klas angin untuk memberikan lokasi dan waktu periode. (www.weblakes.com/lakewrpl.html)
WRPLOT mempunyai bebeapa fitur antara lain menampilkan plot windrose untuk kecepatan angin dan kelas stabilnya, membaca dan menampilkan sebaran frekuensi dari data angin, memiliki control yang cukup lengkap untuk warna, grid line dan tampilan plot windrose, serta dapat membaca data meteorologi permukaan yang berasal dari data SCRAM, CD144, SAMSON, HUSWO, and TD-3505.
Diberdayakan oleh Blogger.