Header Ads

Solusi Menaikkan Harga Olahan Ikan, Mobil Pintar Alih Teknologi dan Informasi (ATLI) Digencarkan oleh KKP


Foto: Mobil ATLI
Foto : Produk Olahan 
Hukum ekonomi yang menyatakan semakin tinggi produksi, maka nilai jualnya akan menurun. Hal ini ternyata berlaku untuk produksi ikan di domestik. Peningkatan jumlah ikan yang ditangkap oleh nelayan maupun yang dibudidaya oleh petani, tidak menaikkan pendapatan mereka. Solusi yang dibuat untuk permasalahan tersebut, antara lain menaikkan mutu ikan dengan mengolah ikan menjadi produk olahan.
               
                Di tahun 2011, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) mulai menjalankan mobil pintar yang berbasis teknologi, atau yang lebih dikenal mobil pintar Alih Teknologi dan Informasi (ATLI). Mobil yang bertipe medium bus ini dikembangkan oleh Balai Besar Pengembangan dan Pengendalian Hasil Perikanan (BBP2HP) yang bertindak sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
                Mobil ATLI secara khusus digunakan untuk menyebarkan informasi dari teknologi pengolahan  hasil perikanan yang dilakukan oleh BBP2HP.  “Kami bertugas untuk memberikan informasi, sayang kan kalau teknologi yang ada, tidak disebarkan ke masyarakat.” Ucap Tri Purwadi, Sub Bag BBP2HP saat ditemui pada acara safari ramadhan Menteri Kelautan dan Perikanan, beberapa waktu lalu, di Cilacap.
                Mobil  pintar ini secara terus menerus digencarkan oleh KKP, tentunya untuk mendukung program blue economy. Kebijakan industrialisasi tersebut akan terwujud bila terjadi peningkatan nilai ekonomis dari produk.  Tujuan dari operasional mobil ATLI pun diperlebar untuk kampanye gemar makan ikan (GEMARIKAN) di berbagai daerah.
Informasi –informasi akan didesain secara menarik melalui demonstrasi cara pengolahan, pameran serta pelatihan. Tidak tanggung-tanggung, mobil dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa perangkat multimedia, etalase produk, perlengkapan memasak serta bahan bacaan seperti booklet, leaflet dan brosur. Sengaja dibuat dengan demikian, supaya sosialisasi yang berbasis teknologi dapat diserap dengan mudah dan ringan.
           “Kita memutar film-film proses pengolahan  di televisi yang tersedia di mobil. Mobil ini menggunakan diesel sebagai sumber energi, hingga bisa menjangkau pelosok-pelosok daerah.” Sambung Tri yang selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang menjadi sasaran mobil ATLI.
Materi yang dibagikan terkait mengenai pengolahan dah teknologi di bidang hasil perikanan. Untuk itu, tim mobil ATLI berkolaborasi langsung dengan para peneliti dan perekayasa Pelatihan yang diadakan pun diberikan secara cuma-cuma kepada kelompok-kelompok suluh.  Produk olahan yang seringkali diperkenalkan di pelatihan adalah bakso dan nugget ikan.
 Menurut Tri, produk yang diperkenalkan kepada masyarakat atau anggota suluh pada khususnya, terlebih dahulu diadakan uji coba di laboratorium bagian Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (P2HP KKP). Setahun dari peluncuran mobil ATLI, sudah menjelajahi 18 lokasi di seluruh Indonesia diantaranya Lampung, Yogyakarta, Rembang, Grobogan, Cilacap dan lain-lain.   

Penulis : @azzahraNisaa
Diberdayakan oleh Blogger.