Jenis-jenis Angin (2)
Angin menurut wilayah berhembusnya dibedakan menjadi dua yaitu (Tanudidjaja,1998) :
1. Angin lokal, yang terjadi sebagai akibat dari perbedaan tekanan di dua tempat yang berdekatan. Di
daerah gunung berhembus angin gunung, angin lembah, dan angin turun yang kering. Di daerah yang lebih l
luas antara Asia dan Australia berhembus angin musim. Jenis-jenis angin lokal antara lain :
a. Angin darat dan angin laut
Yang disebabkan adanya perbedaan tekanan karena perbedaan kecepatan saat pemanasan. Pada siang
hari, darat lebih cepat panas daripada lautan karena tekanan udara di darat lebih rendah daripada di atas
laut, yang kemudian bertiup angin laut. Keadaan sebaliknya berlangsung pada malam hari, yaitu di darat
lebih cepat melepaskan panas daripada laut sehingga udara di atas laut lebih panas jika dibandingkan di
atas daratan. Maka, bertiuplah angin darat ke laut pada malam hari. Angin laut pada umunya basah artinya
mengandung uap air. Oleh karena itu, angin laut dapat menyebabkan terbentuknya awan di darat bahkan
kemudian menurunkan hujan.
b. Angin lembah dan angin gunung
Di lereng gunung terjadi pergantian arah akibat perbedaan tekanan udara di puncak dan lembah yang
mengapitnya. Pada siang hari bagian atas lereng lebih dahulu menerima panas sehingga tekanan udara
menjadi rendah daripada di lembah,maka bertiuplah angin lembah. Pada malam hari berlangsung
sebaliknya karena perbedaan ketinggian, pada malam hari tanpa penyinaran matahari puncak gunung relatif
lebih dingin daripada di lembah.
c. Angin Musim
Penyebab angin musim ini adalah adanya dua daratan yang berseberangan terhadap khatulistiwa dan faktor
pendukung lainnya adalah adanya pergeseran matahari antara belahan bumi utara dan selatan.
d. Angin siklon dan antisiklon
Angin siklon adalah angin yang gerakannya berputar ke dalam, mengelilingi daerah tekanan minimum.
Angin anti siklon adalah angin yang gerakannya berputar ke luar, dengan tekanan maksimum di pusatnya.
2. Angin Tetap, yang terbentuk dari sistem peredaran udara yang tetap dan bertiup dengan arah yang sama.
a. Angin Pasat
Dari zona tekanan maksimum subtropik di sekitar 300-400 LU dan LS bertiup angin kearah zona tekanan
minimum equator, yaitu angin pasat timur laut di belahan utara dan angin pasat tenggara di belahan bumi
selatan.
b. Angin Barat dan Timur
Dari zona tekanan maksimum juga bertiup angin kearah utara. Akan tetapi karena pengaruh rotasi, angin ini
kemudian membelok kearah timur menjadi angin barat. Sedangkan, pembelokan akibat rotasi yang sangat
kuat di belahan bumi Utara menyebabkan terjadinya angin timur.
c. Angin di daerah Etesia
Daerah antara 300LU-400LU dan LS merupakan daerah etesia yaitu daerah yang merupakan perbatasan
daerah angin pasat dengan daerah angin barat. Karena pergeseran matahari antara BBU dan BBS daerah
etesia mengalami perubahan arah angin.
1. Angin lokal, yang terjadi sebagai akibat dari perbedaan tekanan di dua tempat yang berdekatan. Di
daerah gunung berhembus angin gunung, angin lembah, dan angin turun yang kering. Di daerah yang lebih l
luas antara Asia dan Australia berhembus angin musim. Jenis-jenis angin lokal antara lain :
a. Angin darat dan angin laut
Yang disebabkan adanya perbedaan tekanan karena perbedaan kecepatan saat pemanasan. Pada siang
hari, darat lebih cepat panas daripada lautan karena tekanan udara di darat lebih rendah daripada di atas
laut, yang kemudian bertiup angin laut. Keadaan sebaliknya berlangsung pada malam hari, yaitu di darat
lebih cepat melepaskan panas daripada laut sehingga udara di atas laut lebih panas jika dibandingkan di
atas daratan. Maka, bertiuplah angin darat ke laut pada malam hari. Angin laut pada umunya basah artinya
mengandung uap air. Oleh karena itu, angin laut dapat menyebabkan terbentuknya awan di darat bahkan
kemudian menurunkan hujan.
b. Angin lembah dan angin gunung
Di lereng gunung terjadi pergantian arah akibat perbedaan tekanan udara di puncak dan lembah yang
mengapitnya. Pada siang hari bagian atas lereng lebih dahulu menerima panas sehingga tekanan udara
menjadi rendah daripada di lembah,maka bertiuplah angin lembah. Pada malam hari berlangsung
sebaliknya karena perbedaan ketinggian, pada malam hari tanpa penyinaran matahari puncak gunung relatif
lebih dingin daripada di lembah.
c. Angin Musim
Penyebab angin musim ini adalah adanya dua daratan yang berseberangan terhadap khatulistiwa dan faktor
pendukung lainnya adalah adanya pergeseran matahari antara belahan bumi utara dan selatan.
d. Angin siklon dan antisiklon
Angin siklon adalah angin yang gerakannya berputar ke dalam, mengelilingi daerah tekanan minimum.
Angin anti siklon adalah angin yang gerakannya berputar ke luar, dengan tekanan maksimum di pusatnya.
2. Angin Tetap, yang terbentuk dari sistem peredaran udara yang tetap dan bertiup dengan arah yang sama.
a. Angin Pasat
Dari zona tekanan maksimum subtropik di sekitar 300-400 LU dan LS bertiup angin kearah zona tekanan
minimum equator, yaitu angin pasat timur laut di belahan utara dan angin pasat tenggara di belahan bumi
selatan.
b. Angin Barat dan Timur
Dari zona tekanan maksimum juga bertiup angin kearah utara. Akan tetapi karena pengaruh rotasi, angin ini
kemudian membelok kearah timur menjadi angin barat. Sedangkan, pembelokan akibat rotasi yang sangat
kuat di belahan bumi Utara menyebabkan terjadinya angin timur.
c. Angin di daerah Etesia
Daerah antara 300LU-400LU dan LS merupakan daerah etesia yaitu daerah yang merupakan perbatasan
daerah angin pasat dengan daerah angin barat. Karena pergeseran matahari antara BBU dan BBS daerah
etesia mengalami perubahan arah angin.