Header Ads

Mengidentifikasi Peran Pelaku Advokasi Bisnis pada Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB)


 
“Mengidentifikasi Peran Pelaku Advokasi Bisnis pada
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB)”

I. PENDAHULUAN

I.1 Latarbelakang
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor merupakan lembaga yang berdiri khusus untuk mengkaji dan membangun wilayah pesisisr dengan kompetensi yang tinggi. Selain itu, PKSPL IPB didirikan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan wilayah pesisir dan lautan secara berkelanjutan. Keberadaan PKSPL IPB dengan visi, misi dan tujuannya telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan wilayah pesisir dan lautan Indonesia. 
Untuk mendapatkan model pembangunan sumberdaya pesisir dan lautan secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan pengelolaan atau pengaturan yang memenuhi pemanfaatan sumberdaya yang tersedia. Hal ini akan melibatkan berbagai lembaga yang terkait dengan aspek-aspek pembangunan wilayah pesisir dan lautan. Berdasarkan kondisi tersebut di atas, maka pengelolaan wilayah pesisir dan lautan secara terpadu merupakan kebutuhan agar ekosistem wilayah ini dapat terjaga dengan baik. 
Oleh karena itu pengembangan wilayah pesisir, dapat teratasi dengan didirikannya sebuah Pusat Kajian yang memang spesifik di bidang pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan. Untuk masa yang akan datang, diharapkan wilayah pesisir yang masih tertinggal dapat mengembangkan potensi sumber daya yang dimiliki untuk pembangunan social dan ekonomi wilayah tersebut.

I.2 Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui profil singkat, visi, misi, tujuan, dan fungsi dari sebuah Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) yang dikaji; menjelaskan aktivitas yang dilakukan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) tersebut; mengidentifikasi aktivitas advokasi bisnis yang mereka lakukan; mengetahui cara kerja mereka dalam melakukan advokasi; mengetahui kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan advokasi; dan mengetahui parameter mereka dalam mengukur suatu keberhasilan.


II. PEMBAHASAN

II.1 Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) sebagai salah satu lembaga pengkajian di bidang pembangunan wilayah pesisir dan lautan yang pertama di Indonesia, menyelenggarakan program-program penelitian dan pelatihan dalam rangka membantu Pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan bangsa secara keseluruhan. Dalam menjalankan program-programnya, PKSPL IPB senantiasa mencari dan menerapkan pendekatan-pendekatan baru dalam mengelola dan mengembangkan metode pemanfaatan sumberdaya pesisir dan lautan Indonesia.
Pada tanggal 21 Agustus 1996 dibentuk Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor atau disingkat dengan PKSPL IPB berdasarkan Keputusan Rektor IPB No. 080/Um/1996, yang merupakan penggabungan dari Pusat Studi Ilmu Kelautan (PSIK) Fakultas Perikanan IPB yang pengelolaannya ditetapkan dengan SK Rektor No. 106/C/1988 dan Program Pengelolaan Wilayah Pesisir Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian IPB (PPLH LP IPB). Dalam rangka penataan organisasi IPB sebagai pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 154 Tahun 2000 dan dengan pertimbangan efisiensi dan peningkatan efektifitas organisasi, maka Pusat Kajian Sumberdaya Komoditi Laut yang dibawah koordinasi LP IPB bergabung dengan PKSPL IPB menjadi Pusat Studi Pesisir dan Lautan Tropika (PSPLT) sesuai dengan SK Rektor IPB Nomor 184/K.13.12.1/OT/2001 tanggal 19 Nopember 2001. Berdasarkan hasil penataan pusat-pusat di lingkungan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat IPB (LPPM IPB), maka PSPLT kembali menjadi Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) sesuai dengan SK Rektor IPB Nomor 061/K13/OT/2005 tanggal 2 Juni 2005. 
 Adapun kompetensi utama yang dilakukan PKSPL IPB untuk pemanfaatan sumberdaya pesisir dan lautan Indonesia : 
  1. Penelitian di bidang pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan.
  2. Pelatihan dan pendidikan di bidang pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan.
  3. Pemberdayaan masyarakat pesisir dan institusi swasta serta pegawai dan institusi pemerintah.
II. 2 Visi, Misi, Tujuan dan Fungsi Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor 

II.2.1Visi
           Visi PKSPL IPB adalah menjadi lembaga yang memiliki kemampuan, peran dan komitmen yang kuat dalam mengembangkan sistem pengelolaan serta pemanfaatan sumberdaya pesisir dan lautan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan visi tersebut di atas, PKSPL IPB berkeyakinan dapat menjadi lembaga pengkajian yang berkualitas, profesional, tangguh, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan serta senantiasa mencari dan memberi yang terbaik bagi pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan maupun dirinya sendiri. Selain itu, PKSPL LPPM IPB akan menjadi lembaga pembentuk model (trend setter) dan pusat unggulan dalam pengembangan pengkajian pembangunan wilayah pesisir dan lautan yang bermutu dan bertaraf internasional. 
Visi PKSPL IPB tersebut di atas akan menjadi sumber inspirasi yang berkembang di PKSPL IPB dalam melakukan perbaikan-perbaikan mulai dari pengembangan organisasi, sumberdaya manusia (SDM), prasarana dan sarana, program-program penelitian dan pelatihan serta pemberdayaan masyarakat. Sebagai bahan masukan yang berharga bagi perbaikan-perbaikan tersebut, PKSPL IPB secara berkala melakukan evaluasi diri.

II.2.2Misi
              Misi PKSPL IPB adalah : Mengembangkan riset dasar dan terapan dalam rangka menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung terciptanya pembangunan wilayah pesisir dan lautan yang berkeadilan. Mewujudkan pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara berkelanjutan melalui kegiatan pelatihan dan pendidikan. Memberdayakan masyarakat pesisir dan institusi swasta serta pegawai dan institusi pemerintah. Misi PKSPL IPB tersebut dapat dirumuskan dalam beberapa pernyataan sebagai berikut :
  1. PKSPL IPB merupakan salah satu lembaga penyelenggara program-program pengkajian di bidang pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan yang berkualitas, profesional, tangguh dan bertanggung jawab.
  2. PKSPL IPB senantiasa berorientasi pada mutu dan secara berkelan-jutan mengembangkan diri.
  3. PKSPL IPB secara berkesinam-bungan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan secara berkelanjutan untuk kesejahte-raan bangsa secara keseluruhan.
  4. PKSPL IPB mengembangkan konsep-konsep kebijakan dalam bidang pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan, serta mensosialisasikan hasil pengembangan konsep tersebut.
  5. PKSPL IPB mengembangkan dan melaksanakan berbagai kegiatan penunjang penelitian dan pelatihan, yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat dan institusi swasta serta pegawai dan institusi pemerintah.

II.2.3Tujuan
Berdasarkan visi dan misi PKSPL IPB yang telah dirumuskan, maka tujuan PKSPL IPB adalah untuk :
  1. Mengembangkan peran PKSPL IPB dalam mengkaji kebijakan, strategi, dan program pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan yang optimal dan berkelanjutan.
  2. Merancang, mengembangkan dan mengimplementasikan sistem dan teknologi pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan serta pengembangan masyarakat pesisir dan institusi swasta serta pegawai dan institusi pemerintah.
II.2.4 Fungsi
Fungsi program kerja PKSPL IPB adalah :
  1. Menggali, mengembangkan dan memberdayakan sumberdaya pengetahuan (knowledge capital) melalui penguatan organisasi, pengelolaan penelitian dan pengembangan, serta pemberdayaan masyarakat.
  2. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia PKSPL IPB untuk menunjang profesionalisme kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat.
  3. Menjalankan pengelolaan sumberdaya finansial (financial capital) melalui pelaksanaan manajemen keuangan, fasilitas, dan infrastruktur secara profesional untuk pembangkitan pendapatan yang bermanfaat bagi kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat.
  4. Memanfaatkan teknologi sumberdaya informasi (information capital technology) dalam menjalankan kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat yang efisien an efektif.
II. 3 Aktivitas yang dilakukan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor
Ruang lingkup kegiatan PKSPL IPB terbagi atas :
  1. Identifikasi potensi, isu dan permasalahan dalam bentuk penyusunan basis data dan pemetaan.
  2. Inventarisasi potensi, isu dan permasalahan yang dicerminkan dalam proses perencanaan strategis (renstra).
  3. Pendekatan analisis menjadi suatu rencana tata ruang (zonasi).
  4. Perencanaan melalui kegiatan :
    1. Analisis daya dukung lingkungan
    2. Studi kelayakan
    3. Analisis kebijakan
  5. Kaji tindak yang dapat dilakukan melalui kegiatan :
    1. Penerapan sistem manajemen lingkungan
    2. Studi pengembangan masyarakat dan ekonomi wilayah pesisir
    3. Pengembangan teknologi dan bioteknologi
    4. Penyelenggaraan pelatihan dan seminar
    5. Pengembangan sistem informasi dan publikasi
  6. Monitoring kegiatan yang dilakukan.
  7. Evaluasi kegiatan yang telah dilakukan.
Program penelitian yang dilakukan oleh PKSPL IPB mencakup bidang-bidang sebagai berikut :
  1. Manajemen lingkungan.
  2. Baseline study/inventarisasi, penyusunan atlas sumberdaya pesisir dan lautan serta sistem informasi kelautan.
  3. Bioteknologi dan prototipe teknologi.
  4. Pengembangan masyarakat pesisir.
  5. Perencanaan pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan.
  6. Analisis kebijakan.
  7. Pengelolaan sumberdaya perikanan.
  8. Analisis ekonomi.
  9. Studi kelayakan.
Aktivitas yang dilakukan oleh PKSPL IPB merupakan program yang sudah direncanakan untuk kebutuhan wilayah pesisir. Untuk tahapan pertama, PKSPL IPB akan mengindentifikasikan potensi yang dimiliki dan menginventarisasi potensi tersebut. Realisasi dari perencanaan pembangunan wilayah pesisir dimulai dengan adanya pendekatan kepada pihak-pihak yang terlibat seperti masyarakat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, sumberdaya ahli (peneliti) dan investor. Setelah didapatkan pihak-pihak yang dapat bekerjasama sesuai dengan visi dan misi PKSPL IPB, maka akan dibentuk program kerja. Perencanaan lainnya dapat berupa analisa daya dukung lingkungan, studi kelayakan dan analisa kebijakan. Hasil dari kajian akan dilaksanakan dengan tindakan-tindakan seperti penerapan manajemen, studi pengembangan masyarakat dan ekonomi wilayah pesisir, pengembangan teknologi dan bioteknologi, seminar dan pelatihan. Seluruh kegiatan akan dimonitoring secara berkala untuk melihat apakah kegiatan dapat sesuai dengan perencanaan hingga jangka waktu (sudah disepakati) habis. Akhir dari program pengembangan adalah evaluasi kegiatan. 

II.4 Identifikasi Aktivitas advokasi bisnis yang dilakukan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor
Aktivitas advokasi bisnis yang dilakukan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), yaitu dengan mengajak masyarakat, Perguruan Tinggi (Institut Pertanian Bogor), Pemerintah, dan para investor untuk dapat ikut berpartisipasi dalam program yang diadakan oleh PKSPL IPB.
  Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan oleh PKSPL IPB :
1.  Training of Trainer Inwen;
2.  Observasi Keindahan Raja Ampat;
3.  Kegiatan Wanita Pesisir
4.  Morotai;
5.  Gebyar Perikanan dan Kelautan 2009;
6.  Lokakarya Nasional 1 Lamun;
7.  Riset Terapan Pengembangan Sea Farming Di Kepulauan Seribu;
8.  PKSPL IPB pasang rumpon untuk Wisata Pancing di Kepulauan Seribu;
9.  Dan lain-lain.

Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi program kerja tahunan. PKSPL IPB beberapa kali melaksanakan kegiatan yang tidak hanya pengabdian berupa softskill dan penyuluhan untuk wilayah pesisir, tetapi ada kegiatan yang didasarkan bisnis untuk pengembangan wilayah pesisisr, seperti kegiatan memasang rumpon di Kepulauan Seribu. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup, PKSPL IPB bekerjasama dengan Pengurus Karang Taruna Kelurahan Pulau Panggang membangun dan memasang rumpon ikan yang ditujukan untuk tempat pemancingan wisatawan di Kelurahan Pulau Panggang. Pendapatan yang didapatkan oleh wilayah tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan dan pengembangan wilayahnya.
Untuk menunjang kegiatan ekonomi suatu wilayah pesisir, PKSPL IPB menerapkan kegiatan penyuluhan yang mengenai potensi sumberdaya yang dimiliki wilayah sasaran dan cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi menjadi usaha komersil. Wilayah pesisir yang berkembang dalam bidang ekonomi, menarik investor untuk menanamkan modal. Investasi yang biasa ditanamkan adalah wisata pesisir. Pengelolaan wilayah pesisir yang wisatanya berkembang dengan baik, akan dapat memacu adanya bisnis-bisnis mendukung. Misalnya, wilayah Kepulauan Seribu yang berkembang menjadi wisata laut. Akomodasi yang ditawarkan oleh pihak investor antara lain diving, snorkeling, kuliner, jet sky, dan kegiatan bisnis lainnya.
          Di Indonesia, masih banyak wilayah pesisir selain Kepulauan Seribu yang sudah berkembang menjadi daerah bisnis yang menarik. Potensi sumberdaya yang diandalkan adalah keindahan alam, hasil perikanan, dan kelautan yang dimiliki. Contohnya, Takabonerate dengan terumbu karang, Bunaken dengan keindahan bawah dasar laut, Bali dengan keindahan alam pantai dan hasil perikanan, Lombok dengan hasil perikanan, keindahan alam dan pemanfaatan lautnya, dan lain-lainnya.

 II.5 Cara Kerja Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor
Cara kerja Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) dalam melakukan advokasi bisnis, yaitu dengan mengidentifikasi potensi wilayah, menginventarisasi potensi wilayah, melakukan pendekatan ke berbagai pihak, melaksanakan perencanaan, mengkaji tindakan, memonitoring kegiatan dan  evaluasi kegiatan.
Wilayah pesisir yang berhasil program kerjanya akan ditinjau kembali dilihat kesesuaian potensinya. Pengembangan akan berlanjut kepada kerjasama PKSPL IPB terhadap Pemerintah Daerah. Setelah itu, akan dilanjutkan dari Pemerintah Daerah terhadap investor untuk berinvestasi bisnis di wilayah pesisir. Sedangkan untuk wilayah pesisir yang tidak berhasil, akan dibahas kembali cara yang lebih efektif untuk metode pendekatan dan perencanaan yang sesuai.

II.6 Kendala yang Dihadapi dalam Advokasi Bisnis oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor
          Kendala yang dihadapi dalam advokasi bisnis oleh PKSPL IPB antara lain kurangnya kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat (masyarakat, Pemerintah Daerah/Pusat, Sumberdaya manusia yang ahli (peneliti) dan investor. Permasalahan utama yang biasa dihadapi adalah kurangnya kerjasama dari masyarakat wilayah pesisir. Hal ini terjadi diakibatkan oleh minimnya pengetahuan tentang potensi sumber daya alam yang dimiliki. Masyarakat akan bersikap apa adanya tanpa ada kesadaran pentingnya menjaga lingkungan. Untuk mengatasi tersebut, terus menerus dilakukan penyuluhan-penyuluhan oleh pihak PKSPL IPB yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. Kendala lainnya, wilayah yang sudah dikembangkan, tidak terjadi perubahan dari aspek social, pendidikan dan ekonomi. Wilayah yang tidak ataupun kurang berkembang, tidak akan menarik investor untuk berinvestasi. PKSPL IPB pun akan melakukan tindakan untuk para investor yang mengembangkan bisnis tanpa memperhatikan perkembangan kondisis ekonomi wilayah tersebut. Tindakannya berupa teguran atau sanksi. Namun, teguran atau sanksi dari PKSPL IPB tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Pusat.

II.7 Tolak Ukur Keberhasilan Advokasi Bisnis Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor
          Keberhasilan PKSPL IPB dalam mengembangkan wilayah pesisir ditandai dengan peningkatan pendidikan, social, ekonomi dan kesadaran masyarakat di wilayah sasaran. Selain itu, bertambahnya kepercayaan investor untuk berinvestasi sehingga dapat meningkatkan bisnis dan mengembangkan wilayah tersebut.


IV. PENUTUP

          Pusat Kajian Sumberdaya dan Pengembangan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB) merupakan lembaga yang berkembang dari perguruan tinggi yang melakukan kerjasama antara masyarakat, Pemerintah dan investor untuk pembenahan terhadap wilayah pesisir di Indonesia. PKSPL IPB bertindak sebagai fasilitator untuk pengembangan dan pembangunan di wilayah pesisir. Aktivitas di PKSPL IPB berdasarkan program kerja yang disusun sesuai dengan kondisi potensi sumberdaya alam dan manusia, perencanaan kegiatan, pendekatan dengan berbagai pihak dan evaluasi kegiatan. Tolak ukur keberhasilan PKSPL IPB dilihat dari perkembangan dan peningkatan secara softskill, pendidikan dan materi (ekonomi) di wilayah tersebut. Selain itu, keberhasilan PKSPL IPB tergantung dari banyaknya kendala yang dihadapi. Semakin sedikit kendala yang ada, semakin cepat dan mudah suatu wilayah pesisir yang tertinggal menjadi wilayah pesisir yang berkembang dan maju.


Sumber: www.pksplipb.or.id


Diberdayakan oleh Blogger.