PROPOSAL I-STEP RAMP IPB ALAT PENGUSIR HAMA DENGAN TEKNIK SUARA
PROPOSAL I-STEP RAMP IPB
ALAT PENGUSIR HAMA DENGAN TEKNIK SUARA
I.PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah negara dengan
pertanian yang fantastis dan subur.
Kekayaan alam yang melimpah didapatkan bila kondisi tanah pertaniannya
terhindar dari gangguan-gangguan seperti
hama, hewan pemakan tanaman, penyakit, dan sebagainya. Hewan pemakan
tumbuhan seperti tikus, ayam, dan sebagainya, dapat dihindari apabila terdapat
hewan pemangsanya. Untuk wilayah pertanian Indonesia, tanaman padi masih
mendominasi lahan pertanian.
Petani sering terganggu dengan
datangnya tikus. Dalam menyelesaikan masalah tersebut, petani memelihara ular
untuk dapat mengusir tikus. Cara ini terbukti efektif. Namun, di zaman
teknologi ini, cara tersebut dapat dibuat
dengan tidak memelihara ular, melainkan memanfaatkan alat yang dapat mengeluarkan
suara ular.
Untuk menghadapi masalah hama hewan dalam pertanian,
kami merencanakan membuat “Alat Pengusir Hama Dengan Teknik Suara”. Alat ini diharapkan dapat memudahkan petani
untuk mengusir hama hewan yang
mengganggu
tanamannya.
1.2. Tujuan
Tujuan diajukannya
proposal antara lain:
- Untuk dapat mempelajari karakteristik hama hewan yang mengganggu pertanian.
- Untuk dapat membuat alat yang dapat mengusir hama hewan secara efektif dan efisien.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Hama Hewan
Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak
diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk
semua organisme, dalam praktek istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan. Suatu hewan juga
dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran
penyakit dalam habitat manusia. Hama dan penyakit tanaman sangat beragam, di
samping faktor lingkungan (curah hujan, suhu dan musim) yang sangat
memepengaruhi terhadap produksi pertanian (Zuliyanti, 2007). Contohnya adalah organisme yang menjadi vektor penyakit bagi manusia, seperti tikus dan lalat yang membawa berbagai wabah, atau nyamuk yang menjadi vektor malaria.
Pengendalian hama adalah
pengaturan makhluk-makhluk atau organisme pengganggu yang disebut hama karena dianggap mengganggu kesehatan
manusia, ekologi,
atau ekonomi.
Pengendalian hama berumur setidaknya sama dengan pertanian,
lantaran petani perlu mempertahankan tanamannya dari serangan hama. Untuk
memaksimalkan hasil produksi, tanaman perlu dilindungi dari tanaman dan hewan
pengganggu. (www.wikipedia.com)
2.2 Pemangsa dan Predator
Secara
harfiah, predator dapat dikatakan sebagai pemangsa. Namun, dalam hubungannya
dengan jaring-jaring makanan predator merupakan konsumen tingkat-2 sampai
tingkat selanjutnya yang memangsa tingkat yang lebih kecil. Jadi, predator
dapat dikatakan sebagai binatang atau organisme yang memakan binatang atau organisme
lainnya untuk mempertahankan hidupnya dan dilakukan secara berulang-ulang.
Keberadaan
predator dalam suatu ekosistem mutlak dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan
lingkungan yang ada. Penggunaan pestisida yang berlebihan, berspektrum
luas dan tidak selektif disertai tehnik budidaya yang kurang baik akan
berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem, karena tidak hanya hama saja
melainkan semua pemangsanya pun turut musnah. Dan bila terjadi ledakan populasi
hama yang baru, jumlah predator yang ada tidak mencukupi sehingga pengendalian
biologis tidak akan efektif (www.tanindo.com).
2.3 Gelombang Suara
Suara adalah fenomena
fisik yang dihasilkan oleh getaran benda atau
getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang
berubah secara kontinyu terhadap waktu. Suara dihasilkan oleh getaran suatu
benda. Selama bergetar, perbedaan tekanan terjadi di udara sekitarnya. Pola
osilasi yang terjadi dinamakan sebagai “gelombang”.
(http://lecturer.ukdw.ac.id/)
Suara berkaitan
erat dengan: frekuensi, banyaknya
periode dalam 1 detik, satuan : Hertz (Hz) atau cycles per second
(cps), panjang gelombang
suara (wavelength) dirumuskan = c/f, dimana c = kecepatan rambat bunyi, f =
frekuensi. Amplitudo, keras
lemahnya bunyi atau tinggi rendahnya gelombang, satuan amplitudo adalah decibel
(db). Velocity, kecepatan
perambatan gelombang bunyi sampai ke telinga pendengar, satuan yang digunakan :
m/s. (http://lecturer.ukdw.ac.id/)
2.4
Wavelab
WaveLab adalah kumpulan fungsi
Matlab yang telah digunakan oleh penulis dan kolaborator untuk menerapkan
berbagai algoritma wavelet yang berkaitan dengan analisis. WaveLab adalah library
dari rutinitas MATLAB untuk analisa wavelet, wavelet-paket analisis, analisis
packet-cosinus dan pengejaran yang sesuai. Versi disediakan untuk Macintosh,
mesin UNIX dan Windows. WaveLab telah digunakan dalam pengajaran mata kuliah
analisis wavelet diadaptasi di Stanford dan di Berkeley.
(www-stat.stanford.edu)
2.5 MATLAB
MATLAB adalah software yang dikembangkan oleh The
MathWorks Inc. Software ini ditemukan oleh Jack Little dan Cleve Moler di tahun
1984, Natick, Massachussets. MATLAB didesain untuk menampilkan pengolahan
matematik, menganalisa dan menggambarkan data, dan menulis di program pada
software yang baru. Keuntungan dari software ini adalah kombinasi dari
komprehensif matematikan dan fungsi grafik dengan pembahasaan yang high level. Beberapa tahun terakhir,
MATLAB menjadi popular untuk dunia ilmiah. Software ini digunakan untuk
permodelan elemen, pemprosesan dari data seismic dan gambar satelit dengan baik
dari data satelit dan kemiringan model (Trauth, 2006).
2.5
Komponen Alat
2.5.1 Op-amp
CA3130A
dan CA3130 adalah op amp yang menggabungkan keuntungan dari kedua CMOS dan
transistor bipolar. Gerbang-dilindungi P-Channel MOSFET (PMOS) transistor
digunakan pada rangkaian masukan untuk menyediakan masukan impedansi-tinggi,
input-sangat-rendah dan kecepatan kinerja luar biasa. Penggunaan transistor PMOS di masukan
pada tahap hasil bersama-mode input-tegangan kemampuan ke 0.5V di bawah pasokan
terminal negatif, yang berada pada atribut penting yang di-suplai di aplikasi
tunggal. Sebuah pasangan transistor CMOS, mampu berayun menghasilkan output
tegangan 10mV baik-tegangan terminal pasokan (di nilai-nilai yang sangat tinggi
impedansi beban), digunakan sebagai output sirkuit. Seri CA3130 sirkuit
beroperasi pada tegangan suplai mulai dari 5V dengan 16V, (± 2.5V
untuk ± 8V). Mereka
mempunyai fasa yang dikompensasi dengan kapasitor eksternal tunggal, dan
memiliki terminal untuk penyesuaian tegangan offset pada aplikasi yang
membutuhkan-kemampuan offset null. (www.jaycar.com.au)
2.5.2
Osiloskop
Osiloskop adalah alat yang
digunakan untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap
waktu, yang ditampilkan pada layar. Dalam osiloskop terdapat tabung panjang
yang disebut tabung sinar katode atau Cathode Ray Tube (CRT).
(www.sentra-edukasi.com)
Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu
display dan panel kontrol. Display menyerupai tampilan layar televisi hanya
saja tidak berwarna warni dan berfungsi sebagai tempat sinyal uji ditampilkan.
Pada layar ini terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal
yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. Arah horizontal mewakili sumbu
waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Panel kontrol berisi tombol-tombol
yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar. Pada umumnya
osiloskop terdiri dari dua kanal yang bisa digunakan untuk melihat dua sinyal
yang berlainan, sebagai contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan dan
kanal dua untuk melihat sinyal keluaran. (www.elka.ub.ac.id)
Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah :
Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah :
1.
|
Memastikan alat yang diukur dan osiloskop
ditanahkan(digroundkan).Disamping untuk keamanan hal ini juga untuk
mengurangi noise dari frekuensi radio atau jala jala.
|
2.
|
Memastikan probe dalam keadaan baik.
|
3.
|
Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel
kontrol yang ada di osiloskop.
|
Langkah awal
pemakaian yaitu pengkalibrasian. Yang pertama kali harus muncul di layar adalah
garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Yang perlu disetel adalah
fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position. Dengan menggunakan
tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka kita bisa melakukan
pengkalibrasian sederhana (www.elka.ub.ac.id).
Ada
dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp
dan 0.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz. Setelah probe dikalibrasi maka dengan
menempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka akan muncul tegangan
persegi pada layar. Jika yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada
posisi 1 volt/div (satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat
nilai tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1
ms/div (satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms) harus terdapat satu
gelombang untuk satu kotak. Jika masih belum tepat maka perlu disetel dengan
potensio yang terdapat di tengah-tengah knob pengganti Volt/div dan time/div.
Atau kalau pada gambar osiloskop diatas berupa potensio dengan label
"var". (www.elka.ub.ac.id
DAFTAR PUSTAKA
Diunduh dari www-stat.stanford.edu [7 Juni 2010].
Trauth, Martin H. 2006. MATLAB Recipes for Earth Sciences.
Springer,
Germany.
Zuliyanti,
S Ameilia. 2007. Hama-hama Tanaman Padi. USU
Repository.